Sandi

Sandi Pramuka ini dikenal sebagai Sandi AND. Penamaann sandi ini lantaran peran utama kata AND yang menentukan dalam membaca sandi ini. Sebagaimana sandi angka, sandi AND termasuk salah satu sandi yang dalam kepramukaan sudah diajarkan sejak pramuka Siaga. Meskipun demikian sandi ini tetap sering digunakan oleh golongan pramuka lain semisal penggalang, bahkan penegak dan pandega.
Sandi ini sederhana dan khas sekali. Sehingga meskipun tanpa diberi kata kunci sekalipun atau langsung membaca soal sandinya, akan langsung diketahui jenis dan sudah dapat memecahkan soal sandi AND dengan mudah.
Untuk mempelajari cara membaca dan membuat sandi AND, perhatikan gambar berikut:
sandi-and-1
Contoh sandi AND, klik untuk memberpesar gambar
Untuk mengenali jenis sandi, seperti disebutkan di atas, cukup mudah, apalagi soal sandi ini selalu terlihat khas. Namun tidak ada salahnya kita perhatikan kata kunci yang disediakan. Dalam contoh di atas kata kuncinya adalah: “Lagi-lagi AND, bikin runyam dan sebel aja, ki….“. Kata “AND” mengindikasikan bahwa sandi ini adalah sandi AND.
Cara membaca atau memecahkan sandi AND sangat gampang. Perhatikan bahwa setiap kata dalam soal sandi itu selalu mengandung “AND” seperti ANDAN, ANDAK, PRANDA, dan seterusnya. Seperti disebutkan dalam kata kunci pada contoh sandi di atas, “bikin runyam dan sebel aja” kalau ada membuat runyam dan sebel berarti sebaliknya kalau tidak ada akan membuat jelas dan senang!. Maka dari itu huruf “AND” cukup dihilangkan atau dihapuskan seperti pada gambar di bawah.
Dari kata pertama “ANDAN” dicoret AND-nya sehingga menyisakan “AN”. Pada kata kedua, kata “ANDAK” dicoret “AND”-nya sehingga menyisakan “AK”. Demikian dilakukan hal yang sama pada kata-kata berikutnya sehingga akan tersisa: “AN”, “AK”, “PRA”, “MU”, “KA”, “HA”, “RUS”, dan “SE”. Jika huruf-huruf itu dirangkai akan membentuk sebuah kalimat, ANAK PRAMUKA SE….
Nah, dengan dua baris sandi AND di atas sudah terbaca beberapa kalimat. Tentunya sekarang tidak sulit bagi adik-adik pramuka untuk meneruskan sehingga kesemua kata dalam soal sandi AND di atas terpecahkan dan membentuk sebuah kalimat yang utuh.
selamat bereksperimen dan bermain dengan sandi AND.
Membaca dan membuat sandi rumput itu gampang atau sulit?. Sebagian pasti menjawabnya gampang dan mudah namun sebagian yang lain bisa jadi menganggapnya sulit. Padahal sandi rumput termasuk salah satu sandi dasar dalam teknik kepramukaan. Sandi ini sudah diajarkan sejak usia pramuka siaga dan tetap dipergunakan bahkan oleh para pramuka penegak.
Di samping itu, sandi rumput mempunyai bentuk yang khas dan cara pengerjaan yang baku. Dengan melihatnya sekilas saja, setiap pramuka yang melihatnya langsung bisa menyebutkan jenis sandi ini. Berbeda dengan sandi lain semisal Sandi Depan, Sandi Turba, Sandi Balik yang sering kali harus benar-benar memahami kata kunci yang disertakan baru bisa dikenali jenis sandinya.
Yang sering kali menyulitkan saat membaca sandi rumput adalah prasyarat utamanya yang harus dibaca dengan menggunakan kode morse. Memang, untuk dapat memecahkan soal sandi rumput mutlak dibutuhkan keterampilan dan penguasaan akan kode morse. Ini seperti ketika membaca sandi kimia yang mana juga membutuhkan kode morse.

Cara Membaca dan Membuat Sandi Rumput

Sandi rumput dibuat dengan memanfaatkan kombinasi garis pendek dan tinggi. Garis-garis tersebut disusun sedemikian rupa sehingga sekilas mirip dengan rerumputan yang berjejer. Untuk jelasnya perhatikan contoh sandi rumput berikut ini.
sandi-rumput-2
Garis pendek dan tinggi di atas melambangkan titik dan strip dalam kode morse. Dimana garis pendek merupakan titik dan garis tinggi melambangkan strip. Titik dan strip ini nanti kemudian dibaca dengan menggunakan kode morse. Untuk memisahkan antar huruf dipergunakan tanda tanda pemisah berupa garis mendatar.
Jika belum menguasai kode morse, silakan baca dan pelajari artikel “Cara Cepat dan Mudah Membaca Morse”.
Dalam contoh sandi rumput di atas, sandi baris pertama terdiri atas 8 huruf. Masing-masing huruf dipisahkan dengan garis mendatar. Mari coba kita pelajari satu persatu:
  • Huruf pertama terdiri atas dua garis yaitu ‘garis pendek’ + ‘garis tinggi’ yang jika ditulis dalam kode morse menjadi . – (titik strip). Dalam kode morse . – berarti huruf “A”
  • Huruf kedua terdiri atas tiga garis yaitu ‘garis panjang’ + ‘garis pendek’ + ‘garis panjang’ yang jika ditulis dalam kode morse menjadi – . – (strip titik strip). Dalam kode morse -.- berarti huruf “K”.
  • Huruf ketiga terdiri atas tiga garis yaitu ‘garis pendek’ + ‘garis pendek’ + ‘garis tinggi’ yang jika ditulis dalam kode morse menjadi ..- (titik titik strip). Dalam kode morse ..- berarti huruf “U”
  • Huruf keempat terdiri atas dua garis yaitu ‘garis tinggi’ + ‘garis tinggi’ atau — (strip strip). Dalam kode morse — = “M”.
  • Huruf kelima sama seperti huruf pertama yaitu dua garis yaitu ‘garis pendek’ + ‘garis tinggi’ atau ,- (titik strip). Dalam morse .- = “A”.
  • Huruf keenam terdiri atas tiga garis yaitu ‘garis pendek’ + ‘garis pendek’ + ‘garis pendek’ atau … (titik titik titik) yang berarti huruf “S”.
  • Huruf ketujuh terdiri atas tiga garis yaitu ‘garis pendek + ‘garis pendek’ + ‘garis tinggi’ atau ..- (titik titik strip) yang berarti huruf “U”.
  • Huruf kedelapan terdiri atas tiga huruf yaitu ‘garis tinggi’ + ‘garis pendek’ + ‘garis tinggi’ atau -.- (strip titik strip) yang berarti huruf K.
Dari hasil membaca sandi rumput baris pertama tersebut kita menemukan huruf-huruf yang jika disusun berurutan akan membentuk kata ‘AKU MASUK’.
Setelah baris pertama terselesaikan, silakan dicoba untuk mengerjakan (memecahkan) baris kedua dan ketiga contoh sandi rumput di atas. Di mana pada baris kedua contoh di atas terdiri atas tujuh huruf dan pada baris ketiganya terdiri atas sepuluh huruf.

Sandi-sandi Lain yang Mirip Sandi Rumput

Dalam kepramukaan sering kali dijumpai beberapa sandi lain yang penampakannya mirip dengan sandi rumput. Dan cara pemecahannyapun sama seperti sandi rumput. Sandi-sandi tersebut diantaranya adalah:
  • Sandi Air. Sama seperti sandi rumput tetapi terbalik ke bawah.
  • Sandi Gergaji. Perpaduan antara sandi rumput dengan sandi air.
  • Sandi Awan
  • Sandi Ombak
  • Sandi Gedung Bertingkat
Kelima sandi tersebut selain bentuknya yang mirip dengan sandi rumput cara pengerjaannya (memecahkannya) pun sama dengan sandi rumput yaitu sama-sama menggunakan kode morse.
Setelah mempelajari sandi rumput, cara membuat dan cara membacanya (termasuk beberapa sandi lain yang mempunyai kemiripan dengan sandi rumput), sekarang tidak ada alasan lagi anggota pramuka untuk mengatakan bahwa sandi rumput itu sulit.

Cara membaca dan membuat sandi kotak teramat lah mudah. Saking mudahnya sandi kotak kerap, bersama sandi angka dan sandi AND, sudah diajarkan dan diujikan kepada anggota pramuka siaga. Wajar karena selain mudah, sandi kotak pun kerap dimuat dalam berbagai buku materi kepramukaan.

Namun sebagaimana halnya sandi-sandi lainnya dalam kepramukaan, sandi yang mudah sekalipun akan menjadi sulit jika tidak mengetahui teknik dan cara membacanya. Pun demikian dengan sandi kotak ini. Karena itu, kali ini Blog Pramukaria membahas salah satu teknik kepramukaan ini.

Sandi kotak sendiri membpunyai banyak variasi. Diantara variasi-variasi tersebut adalah Sandi Kotak I, Sandi Kotak II, Sandi Kotak III, dan sejenisnya. Yang akan kita pelajari kalia ini adalah cara membaca dan membuat Sandi Kotak I, sandi kotak yang paling mendasar, sederhana, dan mudah.

Cara Membaca Sandi Kotak I

Sandi kotak I (Pertama), biasanya disajikan seperti ini.

SANDI KOTAK 02
Contoh soal Sandi Kotak

Dalam kata kunci biasanya disertakan gambar dari “Kunci Sandi Kotak”, atau disebutkan jika sandi tersebut adalah sandi kotak 1. Baru kemudian disusul dengan soal yang harus dipecahkan. Gambar “Kunci Sandi Kotak I” terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok pertama garis vertikal dan horizontal dengan hurug “A” sampai dengan “R”. Sedangkan kelompok kedua terdiri atas garis-garis diagonal yang berisikan huruf “S” hingga “Z”.

Selengkapnya lihat gambar di bawah.

Kunci Sandi Kotak I

Masing-masing bidang, terisi dua huruf. Semisal kotak paling kiri atas terdiri atas huruf “A” dan “B”. Pun kotak-kotak lainnya. Huruf A dan B tersebut memiliki lambang yang sama (lihat gambar di bawah), namun huruf kedua (B) dibedakan dengan penambahan “titik”.

Sehingga dari “Kunci Sandi Kotak I” di atas jika diuraikan satu persatu, masing-masing lambang dan hurufnya adalah sebagai berikut.

Kunci Sandi Kotak I

Nah, dari “Kunci Sandi Kotak I” itulah kita bisa langsung memecahkan (membaca) soal sandi yang ada. Jika pun dalam soal tidak disertakan gambar “Kunci Sandi Kotak I”, kita bisa membuat atau menggambar sendiri “Kunci Sandi Kotak I” sebagai pedoman dalam membaca soal sandi.

Setelah terbaca maka akan didapati bahwa sandi sebagai mana tersebut di gambar paling atas artikel ini berbunyi sebagai berikut.

Sandi Kotak I

Sengaja enam lambang terakhir tidak diisi agar adik-adik anggota Gerakan Pramuka yang sedang mempelajari sandi kotak ini dapat meneruskannya untuk latihan. Bagaimana? Ternyata sangat mudahkan untuk membuat dan membaca sandi kotak?

Sandi angka menjadi salah satu sandi yang paling umum dan dasar di kepramukaan. paling umum lantaran sandi ini kerap diajarkan dan diujikan kepada para pramuka bahkan semenjak pramuka siaga. Sandi angka pun menjadi sandi dasar karena tidak sedikit sandi-sandi yang cara membacanya menggunakan sandi angka. Semisal sandi kanji, sandi kembang, sandi matematika atau aljabar, dan sandi balon, semuanya menggunakan prinsip-prinsip cara pengerjaan sandi angka.
Karena itu penguasaan sandi angka dirasa sangat penting bagi setiap anggota pramuka baik dari golongan peserta didik seperti pramuka siaga, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka pandega, hingga anggota pramuka dewasa semisal pembina pramuka.
Kita lihat contoh sandi angka sebagai berikut:
sandi-angka-1
Contoh sandi angka
Pada contoh di atas sandi terdiri atas dua bagian yaitu kata kunci dan soal. Kata kunci (diilustrasikan dengan gambar kunci) berbunyi “A + 1 = 2; 6 – 4 = B” dan soal sandi berbunyi “16 – 18 – 1 – 13 – 21 – 11 – 1 – 18 – 9 – 1 – 14 – 7”.
Kita uraikan dulu kata kuncinya yaitu “A + 1 = 2; 6 – 4 = B”. A + 1 = 2, berapakah A?, jawabnya A = 1 karena 1 + 1 = 2. Dan pada 6 – 4 = B, berapakah B?, jawabnya B = 2 karena 6 – 4 = 2. Dari hasil pengolahan kata kunci tersebut kita dapatkan bahwa 1 = A dan 2 = B, berarti 3 = C, 4 = D dan seterusnya sehingga bisa kita susun menjadi semacam tabel seperti ini:
Dengan tabel atau deret angka dan alfabet tersebut kita bisa mengerjakan soal sandi angka yang tersajikan. Dimana 16 = P, 18 = R; 1 = A; 13 = M; 21 = U dan seterusnya sehingga terbacalah 5 huruf pertama sebagai “PRAMU”. Silakan teruskan huruf-huruf selanjutnya!
Yang perlu diingat dan diperhatikan dalam sandi angka antara lain:
  1. Kata kunci bisa sangat variatif sesuai dengan selera dan kreatifitas pembuat sandi, seperti:
    • Di sungai D ada 3 itik dan di sungai F ada 5 angsa.
    • Ingatlah bahwa angka 2181791 adalah angka BAHAGIA kamu!
  2. Kunci sandi angka tidak selalu 1 = A, bisa jadi:
    • 0 = A sehingga 1 = B, 2 = C dst
    • 2 = A sehingga 3 = B, 4 = C dst
    • 1 = A, 3 = B, 5 = C (meloncat satu angka)
Itulah sandi angka salah satu sandi dalam teknik kepramukaan yang sangat ‘terkenal’ dalam kepramukaan khususnya di Indonesia. Tidak terlalu sulit, kan?.
Membaca sandi Turba atau Turun, itulah teknik kepramukaan yang akan kita pelajari selanjutnya. Sandi Turba atau sering disebut juga sebagai sandi turun merupakan salah satu sandi yang sering dipelajari di latihan pramuka. Tidak mengherankan karena selain mudah untuk membacanya, sandi turba juga mudah dalam pembuatannya.
Namun meskipun demikian, sebagaimana sandi-sandi lainnya, bagi anggota pramuka yang kurang memahami cara membacanya, bisa jadi sandi turba akan terasa membingungkan. Sehingga yang seharusnya bisa dipecahkan hanya dalam hitungan menit, memerlukan waktu hingga bermenit-menit untuk bisa membaca pesan yang disampaikan dalam sandi ini.
Kata kunci dan pengenal sandi ini sebagai sandi turba biasanya dilukiskan dengan kalimat yang di dalamnya mengandung kata “turba”, “turun”, atau “bawah”. Sebagai contoh misalnya:
  1. “Bapak Bupati sedang Turba untuk meninjau korban tanah longsor”
  2. “Semakin turun akan semakin nikmat, semakin turun akan semakin asoy”
  3. “Adik-adik Pramuka, janganlah selalu melihat ke atas, sesekali lihatlah ke bawah, karena di sana akan ditemukan kedamaian”

Cara Membaca Sandi Turba

Terdapat dua versi penulisan sandi Turba atau Turun. Kedua versi itu adalah:
sandi turba sandi turun
Sandi Turba atau Turun Versi 1
Sandi Turba Sandi Turun
Sandi Turba atau Turun versi 2
Sesuai dengan namanya, Turba (Turun Bawah) atau Turun, cara memecahkan sandi ini pun dengan membacanya dari huruf paling atas ke bawah pada masing-masing banjar (kolom) di mulai dari kolom paling kiri hingga yang terakhir.
Sedangkan pada versi yang kedua, perhatikan bahwa sandi tersebut ditulis dalam tiga kelompok di mana pada masing-masing kelompok terdiri atas dua kolom. Perbedaannya dengan versi pertama pada urutan banjar (kolom) yang dibaca adalah yang paling kiri dari masing-masing kelompok. Setelah kolom pertama pada masing-masing banjar telah dibaca baru dilanjutkan pada kolom yang kedua.
Sehingga pada soal sandi Tuirba atau Turun di atas setelah dipecahkan akan terbaca pesannya yang berbunyi “Satyaku Kudharmakan Dharmaku Kubaktikan”.
Bagaimana, masih bingung dengan cara membaca sandi Turba atau Turun?. Kalau masih bingung juga, sila tonton video tutorial atau contoh membaca sandi turba di bawah ini.

Akhirnya, selamat! Sekarang kita telah bisa membaca sandi Turba hanya dalam hitungan detik.Dan jika ingin mempelajari sandi-sandi lainnya, lihat contoh berbagai sandi lainnya di Daftar Sandi Pramuka.

Sandi Kimia merupakan salah satu sandi dalam teknik kepramukaan yang cara membacanya sudah dipelajari semenjak siaga dan penggalang. Sandi Kimia merupakan sandi yang memanfaatkan kode morse. Sehingga ketika hendak membaca sandi Kimia, terlebih sahulu harus menguasai kode morse.
Untuk mempelajari cara membaca morse yang mudah baca: Cara Cepat Membaca Morse.
Salah satu contoh bentuk Sandi Kimia adalah sebagai berikut:
sandi-kimia
Untuk membaca sandi kimia, seperti hanya dengan sandi lainnya, yang harus dipahami terlebih dahulu adalah Kata Kunci yang berisikan petunjuk atau perintah pengerjaan sandi. Kata Kunci dari contoh sandi di atas adalah “Titik Hidup, Strip Mati”.
  • “Titik Hidup, Strip Mati” mempunyai arti bahwa lambang titik dalam kode morse dilambangkan dengan huruf-huruf hidup atau vokal yang meliputi A, I, U, E, O sedangkan sebaliknya lambang strip dalam kode morse dilambangkan dengan huruf-huruf mati atau konsonan semisal B, C, D, F, G, dll. Contoh: OH = .-
  • Angka besar yang terdapat dalam soal menunjukkan bahwa huruf di belakangnya ganda atau dobel. Contoh: OC2O = OCOO = .-..
  • Angka kecil yang terdapat dalam soal sandi kimia menunjukkan huruf di depannya ganda atau dobel. Contoh: HO2 = HOO = -..
Dari soal sandi kimia di atas bisa dibaca sebagai berikut:
  • HO2 = HOO = -.. = D
  • OH = .- = A
  • OC2O = OCOO = .-.. = L
  • OK = .- = A
  • C2 = CC = — = M
Dari lima huruf awal sudah terbaca kata “DALAM”. Untuk huruf-huruf selanjutnya dalam sandi kimia ini tentunnya sudah bisa dikerjakan sendiri oleh para pembaca.
Seperti judulnya, Cara Membuat dan Membaca Sandi AN, artikel ini akan mengulas bagaimana cara membuat dan memecahkan (membaca) sandi AN. Sandi AN sendiri merupakan salah satu sandi dasar yang kerap digunakan dalam latihan dan kegiatan kepramukaan.
Sebagai sebuah sandi dasar, tidak mengherankan jika sandi ini telah diajarkan kepada peserta didik usia siaga dan penggalang. Dan sebagaimana sandi-sandi dasar lainnya semacam sandi AND, sandi Angka, dan Sandi Rumput, sandi ini memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga meskipun ditampilkan tanpa disertai dengan kata kunci sekalipun, seorang pramuka yang terbiasa membaca sandi, akan dengan mudah dapat menebak jenis dan memecahkan sandinya.
Meskipun demikian bukan berarti semua pramuka telah menguasai sandi ini. Karena itu, pada kesempatan kali ini, Blog Materi Pramuka, Pramukaria, akan mencoba mengulas bagaimana cara membaca dan memecahkan sandi AN ini sekaligus bagaimana cara membuatnya.
Untuk mengenal lebih lanjut tentang sandi AN, perhatikan gambar contoh sandi AN di bawah ini.
Dari penampakan soal sandinya, cukup mudah bagi kita untuk mengenalinya sebagai sandi AN. Namun tidak ada salahnya kita telusuri lebih detail mengenai kata kunci yang disertakan. Dalam contoh sandi di atas, kata kuncinya adalah : “Aneh, A bisa berubah menjadi N” Adanya huruf “A” dan “N” inilah yang menjadi indikasi utama jenis sandi ini.
Cara memecahkan dan membaca (termasuk cara membuat) sandi AN sangat mudah. Sandi ini hanyalah saling mengganti antara dua deret urutan abjad. Deret pertama terdiri atas huruf A s.d. M sedangkan deret kedua terdiri atas huruf N s.d. Z. Sehingga akan terbentuk susunan atau deret huruf seperti berikut.
Untuk membaca dan membuat sandi AN caranya tinggal mengganti huruf yang ada di deret atas dengan huruf yang ada di deret bawah. Pun sebaliknya huruf yang berada di deret bawah diganti dengan huruf yang ada di deret sebelah atas.
Sehingga pada contoh sandi AN di atas yang berbunyi JR YVXR FPBHGVAT bisa diganti masing-masing hurufnya. Huruf J=W, R=E, Y=L, V=I, X=K, R=E, dan seterusnya sehingga dari kata-kata sandi tersebut akan terbaca menjadi WE LIKE SCOUTING.
Itulah cara membaca dan membuat sandi AN yang ternyata sangat mudah. Silakan adik-adik pramuka siaga, penggalang, penegak maupun pandega dan kakak-kakak pembina dan pembantu pembina untuk berkreasi dengan sandi AN ini maupun sandi-sandi lainnya.
Sandi katak merupakan salah satu sandi dalam kepramukaan. Sandi katak disebut juga sebagai sandi loncat. Penamaan jenis sandi ini mengingat cara membaca atau membuat soal sandinya dimana mesti meloncat-loncat. Pun sering kali dalam kata kunci teknik kepramukaan (scouting skill) ini menyertakan kata seperti katak, kodok, ataupun meloncat.
Sandi ini tergolong sandi yang memanfaatkan permainan susunan huruf layaknya sandi AND, sandi depan, sandi belakang, maupun sandi depan belakang tidak berguna. Sehingga kerap kali kalimat soal sandi yang dihasilkan memberikan kesan lucu, unik, dan menarik.

Bagi anggota pramuka, kerap kali menjumpai sandi ini dalam latihan kepramukaan. Karena sandi ini tergolong sandi yang mudah baik untuk membuatnya maupun untuk membacanya. Meskipun sering kali membutuhkan keseriusan dan ketelitian untuk memecahkannya. Sandi-sandi dalam kepramukaan lainnya semisal sandi jam, sandi kimia, sandi koordinat, sandi rumput, dan lainnya.

Contoh sandi katak :

sandi-katak

Cara Membaca dan Membuat Sandi Katak

Membuat dan membaca sandi katak atau sandi loncat tidaklah sulit. Karena sebagaimana disampaikan di awal, inti dari sandi ini merupakan permainan susunan huruf. Dimana layaknya sandi AND ataupun sandi depan, dalam pembuatan sandi ini ditambahkan huruf-huruf yang tidak berguna untuk mengelabui dan membuat pesan menjadi sulit terbaca. Sehingga untuk dapat membacanya, huruf-huruf tambahan tersebut harus dihilangkan atau dihapus.
Untuk mempelajari cara membaca dan membuat sandi katak atau sandi loncat, perhatikan dan simak baik-baik langkah-langkahnya dalam video berikut ini.

Dalam video di atas dicontohkan cara membaca salah satu sandi katak yang menggunakan kata kunci “seekor katak melompat-lompat sejauh 3 meter”. Sedangkan bunyi soal sandi adalah “PIARA KAMU MODUS IKATAN TRADISIA”.

Itulah salah satu teknik kepramukaan (scouting skill) terkait dengan sandi katak. Kegiatan memecahkan sandi selain akan mengasah kemampuan berfikir dan memecahkan masalah pun memberikan hiburan dan tantangan tersendiri bagi pramuka.

Menambah artikel tentang scouting skill atau teknik kepramukaan, kali ini Blog Pramukaria menulis tentang cara membaca dan membuat Sandi Arab. Sandi Arab merupakan salah satu yang mudah, baik dalam membuatnya maupun membacanya. Meskipun mudah dibuat dan dibaca, Sandi Arab tergolong sandi yang cukup mengasyikkan untuk dipecahkan. Dan tentu saja, bagi anggota pramuka yang kurang memahaminya, memecahkan teknik kepramukaan bidang sandi ini akan cukup merepotkan juga.

Sesuai dengan namanya, Sandi Arab terinspirasi dari tata penulisan huruf arab yang digunakan dalam bahasa Arab. Bagi sebagian masyarakat Indonesia terutama yang beragama islam, aksara arab bukanlah hal yang asing lagi. Karena huruf dan bahasa arab dipergunakan dalam berbagai ibadah bagi umat islam.

Mengenali dan Memecahkan Sandi Arab

Sandi Arab, sebagai salah satu scouting skill (teknik kepramukaan) mempunyai beberapa ciri yang dapat dikenali. Sandi ini terutama dapat dikenali dari kata kunci yang biasanya mengandung kata-kata yang terkait dengan ‘arab’, negara dan kota di daerah arab, kitab suci Al Quran, ataupun ibadah yang terkait dengan negara arab atau huruf dan bahasa arab. Kata-kata yang terkandung dalam sandi arab tersebut diantaranya adalah ‘arab, Saudi Arabia, Mekkah, Medinah, Al Quran, haji, membaca Al Quran, mengaji, dan lain sebagainya.

Baca juga :

  • Cara Membaca Sandi AND
  • Cara Membaca Sandi Rumput
  • Cara Membaca Sandi Kordinat

Sedangkan kata kunci yang bisa digunakan dalam Sandi Arab ini, contohnya adalah :

  • Ayahku pergi menunaikan ibadah haji
  • Jangan lupa untuk membaca Al Quran setiap hari
  • Ka’bah terletak di kota Mekkah
Contoh sandi Arab, silakan lihat gambar berikut ini :
Sandi Arab
Contoh Sandi Arab
Untuk cara membaca dan membuat Sandi Arab sebagaimana contoh di atas, simak dulu video tutorial cara membaca dan membuat Sandi Arab berikut. Klik pada tombol play (segitiga di bagian tengah) untuk mulai memutar video.
Cara membacanya tidak sulit. Cukup dengan menerapkan cara membaca huruf atau kata dalam bahasa arab yang memang berkebalikan dengan huruf latin.
Cara membaca sandi koordinat bagi yang tidak mengetahui caranya bisa menjadi sangat sulit. Padahal sandi kordinat sangat mudah dan mengasyikkan untuk dipecahkan (dikerjakan). Namun bagi adik-adik pramuka yang belum mengetahui cara mengerjakan sandi koordinat, jangan khawatir. Blog Materi Pramuka, Pramukaria, akan membahas salah satu teknik kepramukaan ini segera.
Sandi Koordinat terinspirasi oleh salah satu materi dalam pelajaran matematika yaitu ‘Sistem Koordinat Kartesius’. Koordinat Kartesius sendiri merupakan sebuah sistem untuk menentukan posisi titik atau obyek pada sebuah bidang dengan dua bilangan yang biasa disebut sebagai koordinat x dan koordinat y.
Prinsip yang sama berlaku pada sandi koordinat ini. Dengan memanfaatkan perpotongan sumbu x dan y serta deret alfabet, sandi ini menjadi salah satu materi teknik kepramukaan yang asik untuk dipecahkan.

Cara Membaca Sandi Koordinat

Sandi Koordinat biasanya dilengkapi dengan kata kunci semisal: “Jika tidak ingin tersesat, jangan lupa melihat posisi  regu adik dengan kordinat x/y = KEMAH MESRA”; “Temukan posisi yang aman pada kordinat x/y = GADIS TIMUR” dan sejenisnya. dan untuk soal sandinya selalu terdiri atas deretan abjad yang terkelompok dua-dua semisal: ME AM GT DR dan sejenisnya.
Untuk lebih jelasnya lihat contoh sandi koordinat berikut:
SANDI-KORDINAT-2
Contoh Sandi Koordinat. Klik gambar untuk memperbesar
Pada sandi di atas, kata kunci sandinya adalah “Jika tidak ingin tersesat, jangan lupa melihat posisi  regu adik dengan kordinat x/y = KEMAH MESRA”. Sedangkan soal sandinya berbunyi: AR KM HR HA KM KS KA KS KA AM KM MR MS KM KS KM AS.
Penggalan kata kunci, “x/y = KEMAH MESRA” inilah yang nantinya berguna dalam memecahkan sandi koordinat ini. Kalimat tersebut mempunyai arti kata “KEMAH” menjadi sumbu X sedangkan kata “MESRA” menjadi sumbu Y. Hingga kita bisa memecahkan sandi ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Buatlah sebuah sistem koordinat kartesius dengan menggunakan kata “KEMAH” sebagai sumbu X dan kata “MESRA” sebagai sumbu Y.
    2. Isikan deret abjat dari A hingga Z pada sistem koordinat tersebut. Lihat gambar:
  1. Jika tidak mencukupi, gunakan cell terakhir untuk dua huruf sekaligus yaitu Y dan Z
  2. Gunakan gambar tersebut untuk memecahkan soal sandi dengan cara:
    1. Soal pertama: AR, tarik garis dari huruf “A” (dari kata KEMAH) secara vertikal (ke bawah) kemudian tarik garis dari huruf R (dari kata MESRA) secara horisontal (ke samping). Garis akan bersilangan pada salah satu dari deret abjad (A-Z) yaitu huruf “S”. Berarti AR = S.
    2. Lakukan hal sama dengan soal selanjutnya yaitu “KM”. Tarik garis dari huruf “K” (dari kata KEMAH) secara vertikal (ke bawah) kemudian tarik garis dari huruf M (dari kata MESRA) secara horisontal (ke samping). Garis akan bersilangan pada salah satu dari deret abjad (A-Z) yaitu huruf “A”. Berarti KM = A.
    3. Lakukan hal yang sama hingga semua soal terbaca.
  3. Setelah semua soal terpecahkan kita akan mendapatkan hasil sebagai berikut: AR = S; KM = A; HR = T; HA = Y atau Z; KM = A. Sehingga jika disusun akan terbaca menjadi SATYA.
Lima huruf pertama sudah dapat kita baca. Untuk huruf-huruf selanjutnya silakan dicoba sendiri untuk latihan. Dan jika penjelasan di atas kurang jelas, tonton saja Video Tutorial Membaca Sandi Koordinat berikut:
Nah, benar-benar mudah dan mengasyikkan kan?. Memang belajar memecahkan sandi merupakan salah satu teknik kepramukaan yang sangat mengasyikkan. Tidak terkecuali Sandi Koordinat.
Cara membaca sandi jam ini merupakan seri panduan teknik kepramukaan bidang sandi. Sandi jam menjadi salah satu sandi yang ‘paling terkenal’ dan banyak digunakan dalam latihan kepramukaan. Dalam sandi jam ini huruf-huruf A, B, C, dan seterusnya diganti dengan satuan jam semisal 07.00; 07.05; 07.10 dan sebagainya. Bagi yang tidak memahami cara membaca sandi jam, sandi ini akan tampak membingungkan. Tetapi sebaliknya bagi yang menguasai akan terasa menyenangkan saat bermain-main dengan sandi yang satu ini.

Tidak percaya?, mari kita lihat contoh sandi jam sebagai bahan pembelajaran bersama.Berikut contoh sandi jam:

sandi-jam_thumb[4]
Dari gambar sandi di atas kita akan mengetahui sandi tersebut merupakan sandi jam dari uraian kata kunci (dibantu dengan ilustrasi gambar gembok dan kunci) yang disertakannya. Kata kunci tersebut berbunyi “Perjalanan akan dimulai tepat pukul 07.00. Dan agar tidak tersesat selama perjalanan, setiap lima menit, catat posisi regu adik!” Kata kunci tersebut kita dapati beberapa keyword semisal pukul 07.00 dan 5 menit, keduanya menunjukkan satuan waktu atau jam. Dari itulah kita dapat menarik kesimpulan bahwa sandi yang ditampilkan merupakan sandi jam.
Kata ‘dimulai tepat pukul 07.00’ juga menunjukkan waktu awal atau waktu pertama kali. Ini nantinya menjadi patokan huruf awal untuk mengonversi menjadi huruf normal (A, B, C, dll). Waktu awal = huruf pertama dalam susunan alfabet yaitu huruf “A”. Sehingga pukul 07.00 sama dengan huruf A.
Sedangkan kata ‘setiap 5 menit’ menunjukkan interval waktu. Interval waktu ini nanti menjadi patokan pergantian huruf secara berurutan. 5 menit setelah 07.00 adalah 07.05, lima menit kemudian adalah 07.10, lima menit kemudian lagi adalah 07.15 demikian seterusnya sehingga akan kita dapatkan deret waktu dengan interval per 5 menit yaitu: 07.00; 07.05; 07.10; 07.15; 07.20; 07.25; 07.30 dan seterusnya.
Deret waktu yang disusun berdasarkan waktu awal dan interval waktu tersebut kemudian kita konversikan dengan susunan alfabet secara berurutan sehingga tersusun menjadi 07.00 = A; 07.05 = B; 07.10 = C; 07.15 = D; dan seterusnya. Atau selengkapnya tampak seperti tabel berikut:
001
Dengan tabel itu sekarang kita tinggal mengonversi jam-jam dalam soal sandi jam menjadi huruf, kata, dan kalimat yang utuh. 08.15 = P; 08.25 = R; 07.00 = A; 08.00 = M; 08.40 = U; 07.50 = K, dan 07.00 = A. Terbacalah kata pertama dalam sandi jam tersebut; “PRAMUKA”. Silakan coba konversi dan baca kata kedua dan ketiga dalam sandi jam di atas kemudian susunlah ketiga katanya menjadi sebuah kalimat yang utuh.
Yang perlu diingat saat mengerjakan sandi jam adalah:
  1. Waktu awal dan interval waktu akan terserah Si Pembuat Sandi.
  2. Kadang kala interval waktu tidak dinyatakan secara langsung semisal “Pertemuan pertama dilaksanakan pukul 09.00, pertemuan kedua pada pukul 09.15, sedangkan pertemuan ketiga pada pukul 09.30. Dari kata kunci tersebut waktu awal adalah pukul 09.00 = huruf A, pukul 09.15 adalah huruf berikutnya (B), dan pukul 09.30 adalah huruf ketiga (C).
Itulah sedikit pembahasan tentang sandi jam dan bagaimana cara membacanya. Dengan memahami uraian di atas tentunya membaca sandi jam sekarang menjadi lebih mudah. Bahkan bukan sekedar membaca, menciptakan sandi jam pun mudah!